Setelah begitu banyaknya hiruk pikuk, frustasi dan kekecewaan, berbagai suka duka dan jatuh bangun, tahun-tahun yang tak terlupakan, sesudah berulang kali menyaksikan pergantian musim, seseorang melewati berbagai tonggak kejadian penting dalam kehidupan tanpa disadari, dan dalam sekejap ia menemukan dirinya berada dalam masa senja. Waktu telah meninggalkan banyak jejak pada tubuhnya: Ia tidak lagi mampu berdiri tegak, rambut di kepalanya memutih, matanya yang jernih menjadi pudar dan kabur, lalu kulitnya yang mulus dan kencang menjadi berbintik dan berkeriput. Pendengarannya memburuk, giginya goyang dan tanggal, responnya menjadi lamban, pergerakannya menjadi lambat…. Pada saat ini, ia telah mengucapkan selamat tinggal pada masa mudanya yang penuh semangat dan memasuki senja kehidupannya: masa tua. Selanjutnya, ia akan menghadapi kematian, titik waktu terakhir pada kehidupan manusia.
Untuk menemukan jejak langkah Tuhan Yesus, anda dapat melihat di mana ada suara Tuhan, di mana ada gereja tempat Roh Kudus bekerja, di mana ada manifestasi Tuhan, di situ anda akan dapat menemukan Tuhan Yesus!
Tampilkan postingan dengan label Otoritas Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otoritas Tuhan. Tampilkan semua postingan
1/10/2020
1/09/2020
Keturunan: Titik Peristiwa Kelim
Firman Tuhan - Keturunan: Titik Peristiwa Kelima
Setelah menikah, seseorang mulai mengurus generasi selanjutnya. Ia tidak punya pilihan atas berapa jumlah anak serta sifat seperti apa yang kelak dimiliki anaknya; hal-hal ini juga ditentukan oleh nasib seseorang, yang ditentukan sejak semula oleh Sang Pencipta. Ini merupakan titik peristiwa kelima yang harus dilalui seseorang.
1/08/2020
Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat
Seiring bertumbuh dan bertambah dewasanya seseorang, ia mulai menjauh dari orang tua dan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, kemudian mulai mencari arah hidup dan mengejar tujuan hidupnya dengan cara yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada saat ini ia tidak lagi membutuhkan kedua orang tuanya, yang ia butuhkan adalah pasangan untuk menghabiskan hidup dengannya: seorang teman hidup, orang yang nasibnya akan terjalin erat dengannya. Dengan demikian, peristiwa besar pertama yang harus dihadapi seseorang setelah mencapai kemandirian adalah pernikahan, inilah titik peristiwa keempat yang harus dilalui seseorang.
1/07/2020
Kemandirian: Titik Peristiwa Ketiga
Bacaan Firman Tuhan - Kemandirian: Titik Peristiwa Ketiga
Setelah seseorang melalui masa kecil dan masa kanak-kanak dan dengan pasti secara bertahap mencapai kedewasaan, langkah selanjutnya baginya adalah berpisah dengan masa mudanya, mengucapkan selamat tinggal kepada orang tuanya, dan menghadapi jalan menuju masa depan sebagai orang dewasa yang mandiri. Pada titik ini mereka harus berhadapan dengan semua orang, peristiwa, dan hal-hal yang harus dihadapi seorang dewasa, berhadapan dengan seluruh bagian dari rantai nasibnya. Inilah titik peristiwa ketiga yang harus dilalui seseorang.
1/06/2020
Pertumbuhan: Titik Peristiwa Kedua
1/05/2020
Kelahiran: Titik Peristiwa Pertama
Bacaan Firman Tuhan - Kelahiran: Titik Peristiwa Pertama
Tempat seseorang dilahirkan, dalam keluarga mana ia dilahirkan, jenis kelamin, penampilan, dan waktu kelahirannya, semua ini adalah rincian dari titik peristiwa pertama di dalam kehidupan seseorang.
1/04/2020
Nasib Umat Manusia dan Alam Semesta Tidak Dapat Dipisahkan dari Kedaulatan Sang Pencipta
Engkau sekalian adalah orang dewasa. Beberapa darimu berusia paruh baya; sebagian lagi sudah memasuki usia senja. Mulai dari yang tidak percaya sampai yang percaya, mulai dari permulaan percaya kepada Tuhan sampai menerima firman Tuhan serta mengalami pekerjaan Tuhan, berapa banyakkah pengetahuan yang engkau sekalian miliki mengenai kedaulatan Tuhan?
12/30/2019
Tuhan Yesus Melakukan Mukjizat-Mukjizat
(Yohanes 6:8-13) Salah satu dari murid-murid-Nya, Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Ada seorang anak kecil di sini, yang punya lima roti gandum dan dua ekor ikan kecil: tetapi apakah artinya itu dibanding dengan orang banyak ini?” Maka Yesus berkata: “Suruhlah mereka duduk.” Di sana ada banyak rumput hijau. Maka mereka duduk, jumlahnya sekitar lima ribu laki-laki. Lalu Yesus mengambil roti itu; dan setelah mengucap syukur, Dia menyerahkannya kepada murid-murid-Nya dan murid-murid itu membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk, dan begitu juga yang dilakukan-Nya Dia perbuat dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Ketika mereka sudah kenyang, Dia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan sisanya, agar jangan sampai ada yang terbuang.” Karena itu mereka mengumpulkan semuanya dan memenuhi dua belas keranjang dengan sisa potongan dari lima roti gandum, yang tersisa setelah mereka makan.
9/30/2019
Perlindungan Tuhan: Kesaksian Tentang Ajaibnya Keselamatan Hidup Cucu Saya yang Berusia Enam Tahun
“Halo? Apakah ini Bibi? Cepatlah datang ke Rumah Sakit Cabang. Cucu Anda tertabrak truk besar dan dalam kondisi kritis. Dia sedang dirawat sekarang! Cepatlah!”
Langganan:
Postingan (Atom)








