Xiao En tadinya adalah seorang rekan sejawat di sebuah gereja. Setelah menerima pekerjaan baru Tuhan, ia secara proaktif menyebarkan Injil dan membawa kedua saudarinya ke hadapan Tuhan Yang Mahakuasa. Tetapi ketika dia menginjil pada dua saudari iparnya, karena pendeta dan para penatua sering memberitakan agar berjaga-jaga terhadap Kilat dari Timur, mereka bukan hanya tidak menerima, tetapi memberi tahu pendeta tentang fakta bahwa dia menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah itu, peperangan rohani dimulai ….
Untuk menemukan jejak langkah Tuhan Yesus, anda dapat melihat di mana ada suara Tuhan, di mana ada gereja tempat Roh Kudus bekerja, di mana ada manifestasi Tuhan, di situ anda akan dapat menemukan Tuhan Yesus!
Tampilkan postingan dengan label gadis bijaksana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadis bijaksana. Tampilkan semua postingan
12/02/2019
9/23/2019
Akhirnya saya mengerti bahwa Tuhan tidak memiliki perbedaan gender
Oleh Xinyuan, Australia
Apakah Tuhan benar-benar memiliki jenis kelamin tertentu? Tuhan Yesus datang menjadi daging sebagai manusia, tetapi apakah ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah laki-laki? Tak seorang pun bisa menerangkan pertanyaan ini dengan jelas. Dan itu karena aku tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan sarat dengan gagasan tentang jenis kelamin Tuhan sehingga aku hampir melewatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan. Jadi di bawah ini aku akan menceritakan tentang pengalamanku pada semua orang dan berharap pengalaman itu akan membantu.
8/22/2019
Bagaimana Kita Dapat Menghadiri Perjamuan Kawin Anak Domba?
Pada suatu pagi aku sedang membaca Kitab Suci bersama sepupuku. “Marilah bergembira dan bersukacita, dan memberi hormat kepada-Nya: karena hari pernikahan Anak Domba sudah tiba, dan mempelai wanitanya telah mempersiapkan diri. Dan kepadanya diberikan baju dari kain linen, bersih dan putih; karena kain linen yang halus itu adalah kebenaran orang-orang kudus. … Diberkatilah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” (Wahyu 19:7-9).
Bagaimana Gadis Bijaksana Mendengarkan Suara Tuhan dan Menyambut Kedatangan-Nya?
Oleh Jing Xin, Tiongkok
Berusaha dengan penuh Semangat untuk Menjadi Gadis yang Bijaksana
Suatu malam menjelang fajar, Jia Nan duduk di sebelah sebuah meja. Dia membuka Alkitab, mulai membaca: “Maka Kerajaan Surgadiumpamakan seperti sepuluh anak dara, yang membawa pelita mereka, dan menunggu mempelai laki-laki. Lima di antaranya bijaksana, dan lima bodoh. Mereka yang bodoh membawa pelita mereka, tetapi tidak membawa minyak: Tetapi yang bijaksana mengambil minyak dalam bejana mereka bersama pelita mereka. Sementara mempelai laki-laki terlambat datang, mereka semua mengantuk lalu tertidur. Dan pada tengah malam terdengar teriakan, “Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.” Kemudian semua gadis itu bangun, dan mempersiapkan pelita mereka. Dan gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu; karena pelita kami hampir padam.’ Tetapi gadis-gadis yang bijaksana menjawab, katanya, ‘Tidak bisa; jangan sampai minyak ini tidak cukup untuk kami dan kalian: tetapi lebih baik pergilah kepada mereka yang menjual, dan belilah untuk kalian sendiri.’ Dan ketika mereka pergi membeli minyak, mempelai laki-laki datang; dan mereka yang sudah siap sedia masuk bersamanya ke perjamuan kawin: dan pintu pun ditutup” (Matius 25:1-10).
8/18/2019
Sebuah Langkah Penting untuk Menyambut Kedatangan Kembali Tuhan
By Wu Wen, China
Ada sebuah artikel berjudul “Memeriksa Kerang”. Artikel ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang sangat menyukai kerang. Suatu hari, ibunya membawa pulang sekantong besar kerang. Untuk mendapatkan kerang yang lezat, dia memutuskan untuk memeriksa kerang-kerang tersebut sebelum memasaknya untuk melihat apakah ada yang bagus atau tidak dan untuk memilah mana yang buruk. Jadi, dia mengeluarkan sebuah kerang, berpikir itu kerang segar dan hidup, dan menggunakannya sebagai acuan untuk mengukur apakah kerang lain buruk atau tidak. Kemudian dia dengan lembut mengetuk cangkang-cangkang kerang lainnya dan membandingkannya dengan cangkang acuan. Dia mengetuk kerang-kerang itu satu per satu, tetapi setelah selesai, dia menemukan bahwa semua kerang yang lain buruk atau sudah mati.
Langganan:
Postingan (Atom)



